Kamis, 14 Oktober 2010

Teori Segitiga Cinta


Dari sedemikan banyaknya teori tentang cinta, aku tertarik pada salah satu teori cinta yg dibuat oleh Robert Sternberg yang dikenal dengan nama Triangular of Love.
Om Sternbert, yg berprofesi sebagai seorang psikolog ini, berpendapat bahwa cinta itu bisa disusun dari salah satu atau gabungan dari 3 komponen berikut ini:
  1. Intimacy
  2. Passion
  3. Commitment
 
Berdasarkan satu atau kombinasi dari komponen-komponen tersebut, cinta kemudian bisa dibagi-bagi lagi menjadi seperti yg tampak pada gambar di samping ini sehinga terbentuklah beberapa tipe cinta seperti berikut:
  1. Liking/Friendship
  2. Infatuated Love
  3. Empty Love
  4. Romantic Love
  5. Companionate Love
  6. Fatuous Love
  7. Consummate Love
Liking/Friendship, adalah salah satu jenis cinta yg sering disebut ABG dengan sebutan “seperti adik/kakak” . Cinta tipe ini biasa dikenal juga sebagai rasa sayang yg dimiliki oleh dua orang sahabat

Infatuated Love, dikenal juga dengan nama cinta monyet. Seorang yg mengalami cinta jenis ini akan merasa makan tak enak tidur tak nyenyak padahal dia mungkin baru saja mengenal sang pujaan hati yang si pelaku sendiri bahkan seringkali tidak tahu mengapa dia bisa begitu.

Emptly Love, adalah tipe cinta yg banyak dimiliki oleh pasangan-pasangan jaman jebot dulu, yg mana banyak orang yg menikah tanpa ada intimacy dan passion. Mereka hanya menikah karena sudah seharusnya menikah dan dijodohkan. Walaupun tak ada intimacy dan passion, namun pasangan-pasangan jebot itu ternyata mampu bertahan puluhan tahun (bahkan sampai masing2 meninggal) karena mereka memiliki commitment.

Romantic Love, memiliki 2 komponen yaitu intimacy dan passion. Pasangan dengan tipe cinta ini sudah selangkah lebih maju daripada cinta monyet. Mereka tak hanya punya passion yg membuat makan tak enak tidur tak nyenyak. Mereka juga sudah bisa saling mengerti satu sama lain, bagai dua sahabat namun sudah dilengkapi dengan passion. Yg belum dimiliki oleh pasangan dengan cinta tipe ini adalah commitment sehingga mereka belum berani terikat satu sama lain. Jika yg dinilai adalah komitmen jangka panjang, maka pasangan-pasangan yg sudah pacaran bertahun-tahun namun belum juga berani menikah adalah pasangan-pasangan yg memiliki cinta dengan tipe ini. Tentu saja ada berbagai alasan yg bisa mereka kemukakan seperti misalnya ingin sekolah dulu, ingin berkarir dulu dan lain-lainnya. Namun sebetulnya bisa dilihat bahwa yg belum dimiliki adalah commitment, yaitu kesediaan untuk benar-benar terikat satu dengan yg lain.

Compationate Love, adalah salah satu jenis cinta juga yang bisa membawa sepasang manusia untuk memutuskan menikah. Pasangan ini, baik dua-duanya atau salah satunya, tak mengalami makan tak enak dan tidur tak nyenyak. Dia merasa hubungan hanya seperti dua orang sahabat atau kakak-adik saja. Namun sedikit melangka lebih jauh, mereka berani memutuskan untuk menikah dan hidup bersama. Cinta jenis ini sering juga dimiliki oleh dua orang sahabat yg kemudian meng-upgrade cinta-nya dari tipe friendship menjadi compationate love.

Fatuous love, adalah jenis cinta yg merupakan gabungan dari passion dan commitment. Aku dulu sering heran mengapa dua sejoli yg selalu tidak cocok, berkelahi dan cek-cok setiap hari namun tetap mempertahankan hubungannya. Hal ini mungkin disebabkan karena mereka mempunyai cinta jenis ini.

Consummate Love, adalah cinta yg paling lengkap yg memiliki semua komponen-komponen cinta di atas. Pasangan ini adalah pasangan yg tetap mesra dan tetap merasakan nikmatnya bercinta walaupun setelah menikah bertahun-tahu. Mereka tetap merasakan bahwa tidak ada lagi orang yg bisa membuatnya bahagia kecuali pasangannya. Cinta ini dalah tipe cinta yg ideal menurut Sternberg namun juga butuh usaha untuk menjaganya. Sebagian pasangan mengalami kelunturan pada komponen passion sehingga cinta mereka berubah dari consummate love menjadi compationate love.
Demikianlah kiranya teori segitiga cinta menurut Om Sternberg yg semoga bisa menjelaskan cinta jenis apa yg kita miliki pada pasangan kita masing-masing. Nah, bagaimana dengan anda? Cinta jenis apa yg anda miliki sekarang?

Jumat, 08 Oktober 2010

Ternyata Warna Pakaian yang Kita Pakai Memiliki Arti Tersendiri

Warna pakaian yang kamu pilih ternyata menyampaikan pesan pada orang di sekeliling. Pesan itu bisa berarti menyejukkan, menggoda, gembira, atau menakutkan. Beberapa contoh psikologi warna dalam kehidupan sehari-hari misalnya, petugas keamanan yang memakai warna biru tua menyampaikan pesan berwibawa dan berkuasa, juru rawat yang memakai seragam warna hijau pupus menyiratkan kesan tenang dan damai.
Leatrice Eisman, seorang konsultan warna dan penulis buku More Alive With Color, memberi arti dari warna-warna favorit kamu.



Biru
Arti:
kesetiaan, ketenangan, sensitif dan bisa diandalkan.
“Biru memiliki arti stabil karena itu adalah warna langit,” kata Eisman. Meski langit kelabu dan akan hujan, kita tahu di atas awan-awan itu warna langit tetaplah biru.
Kapan dipakai: Biru tua lebih cocok untuk acara formal atau seragam, sementara biru muda untuk yang sifatnya non formal. “Untuk memberi kesan humor dan kreatifitas, cobalah campuran warna biru dan ungu,” kata Eisman.

Keabu-abuan
Arti:
Serius, bisa diandalkan dan stabil
Warna abu-abu adalah warna alam. Di luar sana warna abu-abu merupakan warna yang permanen, misalnya batu atau karang.
Kapan dipakai: “Abu-abu adalah warna yang kuat dan praktikal,” kata Eisman. Saat wawancara kerja, pilih busana warna ini untuk menunjukkan bahwa kamu orang yang bertanggung jawab. Tapi bila warna ini dipakai dari atas hingga ke bawah kamu akan dianggap orang yang membosankan. Beri sentuhan warna lain, misalnya atasan bercorak, sepatu cantik, atau anting-anting yang manis.

Merah muda
Arti:
Cinta, kasih sayang, kelembutan, feminin
Warna yang disukai banyak wanita ini menyiratkan sesuatu yang lembut dan menenangkan, tapi kurang bersemangat dan membuat energi melemah.
Kapan dipakai: Bila ingin memberi kesan lebih sensual, jangan gunakan warna ini, kata Eisman. Warna pink yang lembut cocok untuk acara kencan yang romantis, bukan menggairahkan.

Merah
Arti:
Kuat, berani, percaya diri, gairah
Merah adalah warna yang punya banyak arti, mulai dari cinta yang menggairahkan hingga kekerasan perang. Warna ini tak cuma memengaruhi psikologi tapi juga fisik. Penelitian menunjukkan menatap warna merah bisa meningkatkan detak jantung dan membuat kita bernapas lebih cepat.
Kapan dipakai: Ini adalah warna yang dinamis dan dramatis. Bila dipakai dalam dunia profesional memiliki kesan yang sangat kuat. Tapi jangan gunakan baju merah saat wawancara kerja. “Warna ini bisa menimbulkan konflik saat negosiasi,” kata Eisman. Kenakan warna merah hanya sebagai aksen, misalnya kamisol merah yang dipadankan dengan blazer abu-abu.

Kuning
Arti:
Muda, gembira, imajinasi
Warna kuning akan meningkatkan konsentrasi, itu sebabnya warna ini dipakai untuk kertas legal atau post it. Kuning juga merupakan warna persahabatan. Jadi kamu sudah bisa menebak jika si dia memberi mawar kuning saat Valentine.
Kapan dipakai: Banyak orang yang kurang pede memakai warna ini karena takut terlihat mencolok. Padahal warna kuning hadir dalam berbagai variasi, mulai dari pastel hingga kuning cerah. Bila kamu tidak nyaman dengan busana warna ini, padankan dengan sesuatu yang kamu sukai, misalnya tas bunga-bunga warna kuning.

Hitam
Arti:
Elegan, kuat, sophisticated
Hitam punya reputasi buruk. Warna ini dipakai oleh para penjahat di komik atau film. Hitam juga melambangkan duka dan murung. Tapi, hitam juga punya sisi lain, misalnya saja untuk menyatakan sesuatu yang abadi, klasik, dan secara universal dianggap sebagai warna yang melangsingkan.
Kapan dipakai: Khawatir kamu akan memakai gaun dengan warna sama dalam pesta? Tambahkan sedikit keceriaan, misalnya gunakan perona mata cerah, kalung bebatuan, cat kuku warna merah, atau stiletto warna silver. Warna hitam mudah dipadukan dengan aksesori jenis apa pun.

Hijau
Arti:
Kesejukan, keberuntungan, dan kesehatan.
Hijau melambangkan alam, kehidupan, dan simbol fertilitas. Para pengantin di abad 15 menggunakan gaun pengantin berwarna hijau.
Kapan dipakai: Warna hijau cocok dipakai untuk sore hari. Sedangkan hijau pastel cocok untuk siang hari.